Pria Paruh Baya Hadang Mobil Presiden Jokowi di Binjai, Diduga Ada Masalah Psikologis

Berita, Politik105 Dilihat

Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria paruh baya mengadang mobil Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Binjai, Sumatera Utara, viral di media sosial pada Jumat (25/8/2023).

Dalam video tersebut, tampak mobil sedan hitam yang membawa Jokowi melintas dengan kecepatan lambat di sebuah jalan raya yang ramai. Di sekitar lokasi, sudah terlihat banyak masyarakat yang berkumpul untuk menyambut Jokowi.

Tiba-tiba, seorang pria paruh baya yang memakai baju batik berwarna ungu muda keluar dari kerumunan dan berdiri di tengah jalan. Pria itu tampak melambaikan secarik kertas putih di tangannya.

Pria itu kemudian berjalan menuju mobil Jokowi dan mencoba untuk menghentikan laju mobil tersebut. Namun, beberapa personel Paspampres dan polisi yang berjaga di sekitar lokasi langsung menarik pria itu menjauh.

Pria itu sempat berontak dan mencoba untuk kembali ke arah mobil Jokowi. Namun, personel Paspampres dan polisi berhasil mengamankannya.

Diduga, pria tersebut hendak menyampaikan sesuatu kepada Jokowi melalui kertas putih yang ia bawa. Namun, belum diketahui secara pasti apa isi kertas tersebut.

Setelah kejadian tersebut, mobil Jokowi melanjutkan perjalanannya dengan kawalan ketat dari personel Paspampres.

Identitas Pria 

Dalam video yang beredar, tidak terlihat jelas identitas pria tersebut. Namun, berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, pria tersebut diketahui bernama Didik Susanto, berusia 49 tahun, dan berprofesi sebagai petani.

Didik diketahui memiliki masalah psikologis dan sedang dalam pengobatan. Ia diduga mengadang mobil Jokowi karena ingin menyampaikan keluhannya kepada Presiden.

Kondisi Jokowi

Jokowi tidak mengalami gangguan fisik maupun psikis akibat kejadian tersebut. Ia tetap melanjutkan agenda kunjungan kerjanya di Binjai.

Respons Masyarakat

Kejadian tersebut mendapat perhatian dari masyarakat di media sosial. Banyak warganet yang mengecam tindakan pria tersebut. Namun, ada juga warganet yang bersimpati kepada pria tersebut.

Berikut adalah beberapa komentar warganet di media sosial:

  • “Seharusnya pria itu berpikir dulu sebelum bertindak. Dia bisa membahayakan keselamatan Presiden.”
  • “Kasian juga pria itu. Dia mungkin sedang butuh bantuan.”
  • “Semoga pria itu bisa mendapatkan bantuan yang ia butuhkan.”

Kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati dalam bertindak. Kita tidak boleh sembarangan mengadang pejabat negara, apalagi Presiden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *