Anggarkan Rp 12 M, Solusi Pemkot Makassar untuk Bangun 15 Sumur Bor Atasi Kekeringan

Berita197 Dilihat

Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, telah menganggarkan dana sebesar Rp 12 miliar untuk membangun 11 sumur bor guna mengatasi dampak dari masalah kekeringan. Proyek pembangunan puluhan sumur bor ini direncanakan akan selesai pada tahun 2023.

Kepala Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Air Bersih Bidang Bina Teknik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Nuraeni Bakirman, mengungkapkan bahwa anggaran untuk proyek sumur bor ini telah dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023. Setiap sumur bor diperkirakan akan menghabiskan biaya sekitar Rp 900 juta.

Nuraeni menyatakan, “Totalnya sekitar Rp 12 miliar untuk 15 lokasi.”

Lebih lanjut, Nuraeni menjelaskan bahwa dari 11 titik yang telah ditenderkan, sebagian besar sedang dalam tahap pelaksanaan. Sementara itu, 4 titik lainnya masih dalam proses tender.

“Ini kan kami sistemnya tender, jadi ini ada 11 lokasi yang kami sudah ada pemenangnya,” tambahnya.

Proyek pembangunan 11 sumur bor yang saat ini sedang berjalan tersebar di beberapa kecamatan di Kota Makassar. Rincian lokasinya meliputi 2 titik di Kelurahan Buloa (Kecamatan Tallo), 2 titik di Kelurahan Bulurokeng (Kecamatan Biringkanaya), 1 di Kelurahan Tamalanrea (Kecamatan Tamalanrea), 1 di Kelurahan Pai (Kecamatan Biringkanaya), 1 titik di Kelurahan Laikang (Kecamatan Biringkanaya), 1 di Kelurahan Camba Berua (Kecamatan Ujung Tanah), 1 di Kelurahan Barombong (Kecamatan Tamalate), 1 di Kelurahan Bontorannu (Kecamatan Mariso), dan 1 titik di Kelurahan Barang Caddi (Kecamatan Kepulauan Sangkarrang).

Nuraeni menargetkan agar pembangunan sumur bor tersebut dapat selesai pada tahun ini. Proses pengerjaan akan dilakukan secara bertahap dan diikuti dengan uji laboratorium.

“Ini sampai Oktober sudah ada selesai bisa rampung di Tamalanrea juga ada seperti itu. Iya nanti ada juga ada yang sampai November kontraknya,” tambahnya.

Sumur bor ini direncanakan akan memberikan akses air bersih kepada warga setempat melalui jaringan pipa yang akan dibangun untuk menghubungkan ke pemukiman warga.

Nuraeni menekankan bahwa program ini sudah ada sejak lama dan diadakan setiap tahun untuk mengatasi masalah kekeringan.

Selain itu, proyek pembangunan sumur bor ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel). Polda Sulsel sendiri telah membangun 24 titik sumur bor melalui 16 polres di wilayah Sulawesi Selatan.

Kapolda Sulsel, Irjen Setyo, menyatakan harapannya bahwa sumber air tersebut akan bermanfaat dan dapat mengatasi permasalahan kelangkaan air bersih. Dia juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus mencari potensi sumur bor di lokasi lain yang membutuhkan.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, mengapresiasi keterlibatan Polda Sulsel dalam proyek ini. Selain membangun sumur bor, pemerintah kota juga memaksimalkan penggunaan mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke rumah warga.

“Total armada 109, kita baru pakai 50 unit karena tidak mau menggangu aktivitas lainnya. Jadi nanti ada penambahan lagi,” ungkap Danny.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *