Kisah Dokter Gadungan Susanto: Terbongkar Karena Kejadian Caesar yang Membuatnya Grogi

Berita103 Dilihat

Kisah seru tentang dokter gadungan Susanto kini menjadi sorotan. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengungkap sebuah insiden yang membantu mengungkap kasus penipuan Susanto yang merambah ke dunia medis.

Menurut Wakil Sekjen PBIDI, dr. Telogo Wismo, Susanto pernah bekerja sebagai dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Kalimantan pada tahun 2006-2008 sebelum akhirnya bekerja di Rumah Sakit Primasatya Husada Citra (RS PHC) Surabaya.

Namun, masa lalunya sebagai dokter gadungan di Kalimantan terbongkar karena kejadian yang cukup mengagetkan. Telogo mengungkapkan bahwa saat Susanto terlibat dalam operasi caesar, ia menjadi grogi. Salah seorang perawat yang mendeteksinya melapor kepada direktur rumah sakit.

“Saat berada di ruang operasi caesar, dokter gadungan Susanto ini menjadi grogi, dan salah satu perawatnya menyadari hal tersebut dan melaporkannya kepada direktur,” ungkap Telogo dalam konferensi pers daring.

Setelah terbongkar, direktur rumah sakit di Kalimantan melaporkan insiden tersebut kepada polisi. Kasus tersebut kemudian diproses hukum, dan Susanto dijatuhi hukuman 20 bulan penjara.

Menurut Telogo, insiden ini hanyalah salah satu dari sejumlah kasus yang mengarah pada pengungkapan identitas asli Susanto sebagai dokter gadungan.

“Kejadian tersebut hanyalah pemicu dari sejumlah kasus yang mengarah pada pengungkapan Susanto sebagai dokter gadungan. Sebenarnya, masih banyak kasus lainnya,” tambahnya.

Dalam konferensi pers yang sama, anggota IDI Kabupaten Bandung, Dokter Aziz Asoparie, menjelaskan bahwa penipuan oleh Susanto di RS PHC Surabaya baru terungkap saat ia hendak memperpanjang kontrak kerjanya pada 12 Juni 2023. RS PHC adalah bagian dari PT Pelindo Husada Citra.

Sebelumnya, Susanto berhasil mendapatkan pekerjaan di RS PHC pada tahun 2020 setelah mencuri data milik seorang dokter asli asal Bandung, dr. Anggi Yurikno, melalui sebuah situs.

Namun, hampir tiga tahun kemudian, RS PHC meminta Susanto untuk mengajukan ulang dokumen lamaran pekerjaannya. Saat itu, pihak rumah sakit menemukan ketidaksesuaian antara foto hasil pengiriman Susanto dan Sertifikat Tanda Registrasi (STR) yang ia miliki.

Aziz menjelaskan, “Ada ketidaksesuaian, STR milik Susanto teridentifikasi sebagai milik seseorang bernama dr. Anggi Yurikno yang bekerja di Rumah Sakit Umum Karya Pangalengan Bhakti Sehat, Bandung.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *