Kekeringan Mengancam Pelayanan Kesehatan di Kota Makassar

Berita, Kesehatan174 Dilihat

Makassar, 22 September 2023 – Kekeringan yang telah melanda Kota Makassar selama beberapa waktu terakhir telah menimbulkan permasalahan serius terkait pasokan air bersih, bahkan di fasilitas pelayanan kesehatan seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Salah satu puskesmas yang terdampak adalah Puskesmas Tamalanrea di Kota Makassar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin, mengakui bahwa beberapa puskesmas menghadapi krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Makassar, terdapat empat puskesmas, termasuk Puskesmas Tamalanrea, yang mengalami kekurangan pasokan air bersih dari total 47 puskesmas di Kota Makassar.

Nursaidah menyatakan bahwa solusi terhadap krisis air bersih di puskesmas dapat dicapai melalui kolaborasi dan koordinasi yang baik antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar, dengan mendistribusikan pasokan air bersih.

“Dengan izin Allah, satu puskesmas telah mendapatkan pasokan air bersih dari BPBD, yaitu Puskesmas Tamalanrea,” ujar Nursaidah pada Jumat (22/9).

Nursaidah juga mengapresiasi komitmen BPBD Makassar dalam mendukung pelayanan kesehatan dengan menyediakan air bersih bagi puskesmas yang membutuhkan. Dia mengungkapkan bahwa tiga puskesmas lainnya juga akan mendapatkan pasokan air bersih dari BPBD.

Nursaidah berharap bahwa distribusi air bersih ke puskesmas ini akan berjalan lancar, terutama mengingat situasi kekeringan yang membuat pemenuhan kebutuhan dasar seperti sanitasi, termasuk Buang Air Kecil (BAK) dan Buang Air Besar (BAB) di puskesmas menjadi lebih sulit.

“Kami berharap suplai air bersih ini akan tersedia setiap hari. Kami sangat mengapresiasi BPBD yang membuka pintu untuk mendukung pelayanan kesehatan di 47 puskesmas jika terdapat laporan kekurangan pasokan air bersih,” tutup Nursaidah.

Diketahui bahwa kekeringan di Kota Makassar telah meluas hingga mempengaruhi 8 kecamatan, yaitu Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Tamalanrea, Panakkukang, Biringkanaya, Bontoala, Makassar, dan Manggala. Masalah ini semakin mendesak karena berdampak langsung pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan fasilitas kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *