Pria Pemb4c0k Tetangga Dibekuk Tim Buser Naga Polresta Pangkalpinang

Berita, Kriminal77 Dilihat

koarnews.com – Kejadian mengejutkan terjadi di sebuah perumahan di Pangkalpinang, Bangka Belitung, saat Tim Buser Naga dari Polresta Pangkalpinang tiba di lokasi untuk menangkap seorang pria yang diduga melakukan pemb4c0kan terhadap tetangganya. Pria tersebut ditangkap setelah melukai tetangganya yang mengalami luka berat. Motif dari kejadian ini dikabarkan karena ketidakpuasannya terhadap perlakuan terhadap anaknya.

Kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa sekitar pukul 10 pagi, ketika suasana perumahan yang tenang tiba-tiba diguncang oleh tindakan pria yang tidak ingin disebutkan identitasnya ini. Menurut sumber yang dekat dengan kejadian, pria tersebut memasuki rumah tetangganya dan terlibat dalam sebuah konflik yang akhirnya berujung pada pem4c0kan.

Menurut pernyataan dari saksi mata, pria tersebut tampak sangat marah dan frustasi, dan ia tidak dapat menerima bahwa anaknya telah diberi teguran oleh tetangganya. Pria tersebut menganggap bahwa perlakuan tersebut tidak semestinya dan harus dilaporkan.

Tim Buser Naga yang cepat merespons laporan dari tetangga segera tiba di lokasi dan mengambil tindakan tegas. Mereka berhasil mengamankan pria tersebut dan membawanya ke kantor polisi setempat untuk menjalani proses hukum.

Namun, sebelum dibawa ke kantor polisi, petugas memberikan kesempatan kepada pria tersebut untuk berpamitan dengan anaknya. Momen haru ini terjadi di depan rumah mereka, di mana keduanya saling berpelukan. Anak pria tersebut tampak sedih dan bingung, sementara sang ayah mencoba memberikan pengertian.

Kepala Polresta Pangkalpinang, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) I Nyoman Suryadana, dalam konferensi pers singkatnya menyatakan, “Kami telah menangkap pria yang diduga melakukan pemb4c0kan ini. Kasus ini akan ditangani sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, dan kami akan memastikan bahwa keadilan ditegakkan.”

Kejadian ini menunjukkan pentingnya penyelesaian konflik dengan cara yang tidak melibatkan kekerasan. Semua pihak diharapkan dapat belajar dari insiden ini dan mengutamakan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan perbedaan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *