Kontroversi Dunia, Penasehat Obama: “Muhammad Pem*rk*s4”

KOARNEWS –  Seorang Penasehat mantan Presiden Obama di sebuah video viraal, menjadi kontroversial yaitu Stuart Seldowitz, telah menggemparkan masyarakat dengan penghinaan terhadap Islam dan ancaman terhadap seorang penjual makanan.

Dalam video tersebut, Stuart Seldowitz terlihat melemparkan kata-kata kasar yang merendahkan Nabi Muhammad. Bahkan, dia menyebut Nabi Muhammad sebagai seorang pemerkosa. “Apakah kamu memperkosa putrimu seperti yang dilakukan Muhammad? Apakah kamu memperkosa putrimu seperti Muhammad? Hal ini tertulis dalam hadis. Kitab Suci Anda. Kamu tahu itu?” ujarnya.

Tidak hanya itu, Stuart Seldowitz juga mencaci maki Al Quran. Dia menyatakan bahwa Al Quran sering digunakan sebagai tisu toilet. “Apa yang kamu bicarakan? Kamu berbicara bahasa Arab, bahasa Al-Quran, Al-Quran yang digunakan sebagian orang sebagai toilet. Bagaimana pendapatmu tentang itu, orang-orang yang menggunakan Al-Quran sebagai toilet? Apakah itu mengganggumu?” ejek Stuart.

Pernyataan kontroversial penasehat Obama (Stuart Seldowitz) ini telah menciptakan gelombang kemarahan dan kecaman dari masyarakat luas. Banyak yang menilai bahwa tindakan tersebut tidak hanya tidak etis tetapi juga merusak kerukunan antarumat beragama.

Penting untuk diingat bahwa kebebasan berbicara harus diiringi oleh tanggung jawab. Penghinaan terhadap keyakinan agama dan figur agama yang dihormati oleh masyarakat dapat menimbulkan konflik dan keretakan sosial. Sikap Stuart Seldowitz menciptakan perdebatan tentang batas kebebasan berbicara dan perlunya menghormati kepercayaan orang lain.

Sebagai masyarakat yang pluralistik, penting bagi kita untuk mempromosikan dialog dan saling pengertian antarumat beragama. Menjaga rasa hormat terhadap keyakinan agama orang lain adalah langkah awal untuk membangun masyarakat yang harmonis dan inklusif.(MIS)

Video Viral Mantan Penasehat Presiden Obama

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh tvOne (@tvonenews)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar