Lonjakan Harga Bahan Pokok Menjelang Nataru 2024, BAPANAS: Stok Aman

Berita, Food62 Dilihat

KOARNEWS – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, harga sejumlah bahan pokok di sejumlah pasar di Jakarta merangkak naik. Lonjakan harga bahan pokok naik terjadi pada bawang merah, bawang putih, minyak goreng, beras, gula pasir hingga daging ayam.

Salah satu pedagang di Pasar Serdang Kemayoran, Endar mengatakan menjelang Nataru sejumlah komoditas banyak mengalami kenaikan, termasuk bawang merah dan bawang putih. Endar mengatakan meskipun cabai mengalami penurunan, harganya pun masih tinggi.

“Harga bawang merah naik menjadi Rp 35.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp 32.000 per kilogram. Bawang putih juga naik menjadi Rp 38.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp 35.000 per kilogram,” kata Endar kepada detikcom, Selasa (19/7/2023).

Endar mengatakan kenaikan harga bahan pokok menjelang Nataru merupakan hal yang wajar. Pasalnya, permintaan meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.

“Biasanya menjelang Nataru permintaan bahan pokok meningkat, karena masyarakat banyak yang memasak untuk menyambut Natal dan Tahun Baru,” ujar Endar.

Selain bawang merah dan bawang putih, harga daging ayam juga mengalami kenaikan. Dadang, pedagang ayam di Pasar Serdang mengatakan harga daging ayam per ekor mencapai Rp 55.000-60.000. Padahal harga sebelumnya hanya di kisaran Rp 50.000 per ekor.

“Kenaikan harga daging ayam karena biaya produksi yang meningkat,” kata Dadang.

Sementara itu, pedagang beras di Pasar Serdang, Akmal menyebut harga beras terus merangkak naik. “Ada banyak banget. Paling naik si beras ketan per kilogram nya di pasaran Rp 19.000. Terus pandan wangi juga per kilogram naik seribu. Beras lokal nggak ada lagi yang dijual Rp 10.000,” kata Akmal.

Akmal mengatakan kenaikan harga beras disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain cuaca buruk yang menyebabkan gagal panen, dan tingginya permintaan menjelang Nataru.

Menanggapi kenaikan harga bahan pokok menjelang Nataru, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok bahan pokok di Indonesia aman. Hal ini disampaikan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dalam keterangan tertulisnya.

“Bapanas telah melakukan pemantauan harga dan stok bahan pokok di sejumlah pasar di seluruh Indonesia. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa stok bahan pokok aman,” kata Arief.

Meskipun stok bahan pokok aman, Arief mengakui bahwa harga bahan pokok memang cenderung naik menjelang Nataru. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain meningkatnya permintaan, dan tingginya biaya produksi.

“Adanya peningkatan permintaan menjelang Nataru dan tingginya biaya produksi, seperti biaya distribusi dan biaya input produksi, menjadi faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga bahan pokok,” kata Arief.

Arief mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap bijak dalam berbelanja bahan pokok. Masyarakat dapat memanfaatkan program-program pemerintah, seperti subsidi dan operasi pasar, untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang terjangkau.

Penyebab Lonjakan Harga Bahan Pokok

Kenaikan harga bahan pokok menjelang Nataru merupakan fenomena yang umum terjadi setiap tahun. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan harga bahan pokok, antara lain:

  • Meningkatkan permintaan

Menjelang Nataru, permintaan bahan pokok cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat. Masyarakat banyak yang memasak untuk menyambut Natal dan Tahun Baru, sehingga permintaan bahan pokok meningkat.

  • Meningkatkan biaya produksi

Biaya produksi bahan pokok juga cenderung meningkat menjelang Nataru. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain tingginya biaya distribusi, biaya input produksi, dan biaya tenaga kerja.

  • Penurunan pasokan

Penurunan pasokan bahan pokok juga dapat menyebabkan kenaikan harga. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor cuaca buruk, gagal panen, atau tingginya ekspor.

Tips Menghadapi Lonjakan Harga Bahan Pokok

Untuk menghadapi lonjakan harga bahan pokok, masyarakat dapat melakukan beberapa tips berikut:

  • Membuat daftar belanjaan

Membuat daftar belanjaan sebelum berbelanja dapat membantu masyarakat untuk menghemat pengeluaran. Masyarakat dapat memilih bahan pokok yang paling dibutuhkan dan menghindari pembelian bahan pokok secara berlebihan.

  • Membandingkan harga

Membandingkan harga bahan pokok di beberapa tempat dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan harga terbaik. Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi atau website yang menyediakan informasi harga bahan pokok.

  • Manfaatkan program pemerintah

Pemerintah biasanya menyediakan program-program untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Masyarakat dapat memanfaatkan program-program tersebut, seperti subsidi dan operasi pasar.

Meskipun pemerintah telah memastikan stok bahan pokok aman, kenaikan harga bahan pokok menjelang Nataru tetap menjadi perhatian masyarakat. Kenaikan harga bahan pokok dapat berdampak pada daya beli masyarakat, terutama masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Untuk mengatasi lonjakan harga bahan pokok, pemerintah perlu melakukan beberapa upaya, antara lain:

  • Meningkatkan produksi bahan pokok

Pemerintah perlu meningkatkan produksi bahan pokok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan produktivitas pertanian, dan mendorong pengembangan industri pengolahan bahan pokok.

  • Menstabilkan harga bahan pokok

Pemerintah perlu melakukan intervensi untuk menstabilkan harga bahan pokok. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan subsidi, dan melakukan operasi pasar.

  • Meningkatkan daya beli masyarakat

Pemerintah perlu meningkatkan daya beli masyarakat dengan meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memberikan bantuan sosial.

Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan kenaikan harga bahan pokok menjelang Nataru dapat dikendalikan dan tidak terlalu berdampak pada masyarakat.

Kenaikan harga bahan pokok menjelang Nataru merupakan fenomena yang umum terjadi setiap tahun. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain meningkatnya permintaan, dan tingginya biaya produksi.

Pemerintah telah memastikan stok bahan pokok aman, namun kenaikan harga bahan pokok tetap terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah untuk menstabilkan harga bahan pokok belum sepenuhnya berhasil.

Untuk mengatasi lonjakan harga bahan pokok, pemerintah perlu melakukan upaya-upaya yang lebih komprehensif, seperti meningkatkan produksi bahan pokok, menstabilkan harga bahan pokok, dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 komentar