Beranda Hukum Pocong Muncul Di Dinas Kehutanan Propinsi Sumut Pertanda Matinya Hukum Di Republik...

Pocong Muncul Di Dinas Kehutanan Propinsi Sumut Pertanda Matinya Hukum Di Republik Ini !!!

180
0

SUMUT,’-KOARNEWS.COM,- Medan 5 – Juli – 2021

Berulang kali Mahasiswa Aliansi Barisan Intelektual Sumatra Utara (BINSU), berdemo di Dinas Kehutanan Provinsi Sumut Pada, Senin (5/Juli/21) sekira pukul 10:30 WIB.

Dalam aks’inya kali ini Mahasiswa Aliansi BINSU membawa kain yang dibungkus seperti pocong sebagai simbol menandakan mati’nya penegakan hukum di Dinas Kehutanan Sumut, Hal ini dikatakan oleh Bonar Daulay, Ketua Aliansi BINSU, bahwa surat pengaduan masyarakat dan aksi demo yang telah dilakukan oleh mahasiswa sebagai putra daerah yang merasa prihatin dengan kondisi hutan di Kabupaten Padang Lawas.

Namun hingga kini belum ada penindakan terhadap oknum-oknum yang melakukan perambahan hutan secara liar, ” Kami merasa kecewa karena mati’nya hukum di Dinas Kehutanan Provinsi Sumut ini, Kenapa hingga saat ini belum ada tindakan yang dilakukan terhadap CV. Mutiara Batang Toru ” ujar’nya dalam orasi’nya.

Aksi dilanjutkan di depan pintu Kantor Dinas Kehutanan, dengan meletakkan Pocong yang dibungkus sedemikian rupa, serta mendapat pengawalan dari petugas Kepolisian dari Polsek Medan Kota. Aksi hampir memanas dengan orasi yang dilakukan, selain menggelar pocong aksi buka baju juga menandakkan bahwa lebih baik Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Sumut turun saja karena tidak sanggup untuk turun menerima peserta aksi.

Ilham Siregar sebagai koordinator aksi menyampaikan, “Sudah tiga kali kami melakukan aksi demo, namun Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumut belum ada menerima ataupun menemui pendemo. ” Kenapa Pak Kadis Kehutanan tidak mau menemui kami, masih sekelas mahasiswa saja tidak mampu mengatasi, apalagi menyelesaikan masalah perambahan hutan di Padang Lawas ini, yang melibatkan CV. Mutiara Batang Toru ” tegas Ilham.

Masih kata Ilham Siregar, apa yang dilakukan oleh mahasiswa adalah menyampaikan aspirasi masyarakat, terkait kondisi hutan di Sosopan, ” Tiga bulan lalu sudah terjadi banjir bandang, di Padang Lawas, serta hewan satwa harimau telah memangsa beberapa warga, karena ekosistem’nya telah dirusak, tandas’nya.

Para pendemo diterima oleh Kabid Perusakan Hutan, Alvian Jauhari dan didampingi Kabid Penindakan Dinas Kehutanan Provinsi Sumut, Anas Y Lubis, Alvian Jauhari mengatakan, “Permohonan maaf dari Kadis Kehutanan yang tidak bisa hadir menemui pendemo. Selain itu juga disampaikan terima kasih atas aspirasi’nya, kemudian atas surat pengaduan masyarakat tersebut telah dilakukan tindak lanjutnya.

Lanjut’nya, “Sedangkan hasil dari tindak lanjut ini adalah surat hasil penyelidikan di lapangan, yang disampaikan kepada adek mahasiswa koordinator aksi ” ucap Alvian Jauhari.

Tampak terlihat kesan kekecewaan terhadap Aliansi BINSU mendengar hasil mediasi tersebut, Namun aksi mahasiswa membubarkan diri secara tertib, dengan tetap menjalankan prokes.(Red/team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here