Beranda Hukum PT. Pelayaran Bintang Putih Munafik Dengan Janji

PT. Pelayaran Bintang Putih Munafik Dengan Janji

458
0

SUMUT,’- KOARNEWS.COM,- MEDAN 1 – DESEMBER – 2020

Rita Wahyuni SH Kecewakan sikap PT. PBP Pelayaran Bintang Putih Maersk line yang tidak Komitmen dengan sikap yang telah di sepakati.

Pasalnya Totok Budi istriarso Wardoyo yang Bekerja lebih dari 24 tahun Lamanya yang paksa untuk berhenti oleh Perusahaan, dimana terlihat perusahaan tersebut banyak melakukan kesalahan kesalahan yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Masih ingat pada bulan September 2020 pemberitaan yang viral di beberapa media Online yang memberitakan bahwa PT. PBP melakukan kesalahan Besar dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya di pelabuhan belawan medan. di mana Totok yang di ketahui sebagai kepala Cabang PT. Pelayaran Bintang Putih secara resmi telah Mundur dari jabatan nya sebab tekanan yang dilakukan perusahaan itu sendiri sejak tanggal 5 Mei 2020 yang lalu.

Kekecewaan Rita wahyuni SH adalah disamping kliennya di paksa untuk mengundurkan diri tanpa tau sebab atau alasan diri nya di pecat, Alih-alih PT. PBP masih menggunakan nama Totok sebagai penangung jawab secara adminitrasi untuk pelaksanaan oprasional di PT. Pelayaran Bintang Putih.

Tak sampai di situ penggunaan nama totok sebagai kepala cabang PT.PBP di lakukan mulai dari 06 Mei 2020 sampai dengan September 2020 secara sengaja memalsukan tanda tangan totok sebagai kepala cabang yang sah, padahal totok sudah tidak lagi bekerja di PT. PBP.

Kasus ini terus bergulir sampai pada tanggal 08 Oktober 2020 yang lalu pihak Otoritas Pelabuhan Belawan memediasi persoalan ini, dimana pihak PBP dan Pihak Totok serta kuasa hukum nya di undang langsung ke Kantor Otoritas untuk melakukan damai bahkan di saksikan pihak Syahbandar belawan.

Di dalam mediasi itu, PT. PBP mengakui segala sikap lalai dan kesalahan nya di hadapan Kepala Otoritas Pelabuhan belawan Bapak Marihot dan beberapa pejabat lainnya dan penyidik syahbandar, kepala Otoritas menyarankan untuk kedua pihak menyelesaikan persoalan ini dengan cara bijaksana dan bertanggung jawab.

Terakhir pihak kuasa hukum Totok menyampaikan beberapa tuntutan nya terkait kerugian yang di derita totok, dan pihak PBP meminta kerugian tersebut disebut dalam nominal, namun hingga berita ini tayang tak ada penyelesaian apa pun terkait kasus ini, bahkan PBP seolah tak merasa memiliki kesalahan apa pun dari pelanggaran yang di lakukan nya.

Rita wahyuni SH menjelaskan PT PBP sungguh mengejutkan karena sangat berani memberikan sikap yang berbeda antara sikap di hadapan penegak hukum di Republik ini yang mengakui kesalahan namun didalam tulisan melalui kuasanya menyatakan tidak punya rasa bersalah. Walaupun kebenaran sudah terlihat bahwa perusahaan melakukan kesalahan pemalsuan yang fatal.

Terpisah LSM LiRA FR. Nasution juga kami mintai tanggapan terhadap Kasus ini di mana LSM LiRA juga adalah LSM yang kerap menyoroti persoalan persolan yang ada di tubuh PT.PBP. Ketua LSM LiRA juga katakan seharusnya Penegak Hukum yang terkait mestinya yang melakukan tindakan tegas dan terukur bagi perusahan yang melanggar aturan. dalam hal ini Otoritas dan Syahbandar lah yang patutnya bertindak tegas.

Ditambahkan Bung FR. Nasution Tupoksi dari Otoritas sebagai pengawasan terhadap Perusahan pelayaran dan Syahbandar sebagai penegak hukum kepada perusahaan yang sengaja melangar aturan yang telah di tetapkan. Jika tidak mampu penegak hukum yang terkait maka kami LSM LiRA akan bertindak yang lebih serius lagi menuntaska masalah ini. Kami akan meminta kepala Otoritas dan syahbandar Belawan mundur dari jabatan nya karna kami anggap tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik pungkas ketua LiRA Bung FR. Nasution pada awak media. (Team&Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here